Jumat, 17 Februari 2023

MENGENAL DIKSI DAN SENI BAHASA

 KBMN HARI KE-18


Hari                 : Jumat, 17 Februari 2023

Tema                : Diksi dan Seni Bahasa

Narasumber     : MAYDEARLY

Moderator        : WIDYA AREMA

Tidak terasa Kelas Literasi Menulis sudah memasuki hari ke18. Malam ini Ibu cantik dan hebat Ibu Maesaroh, M. Pd.  sebagai narasumber dan didampingi moderator cantik Ibu Widya Setianingsih, S. Ag.  yang akrab dipanggil Widya Arema membersamai para penulis di group WA. Tema menulis kali ini adalah “Diksi dan Seni Bahasa”.

Ibu Maesaroh yang akrab disapa  Maydearly adalah seorang guru di SMPN 1 Lebakgendong, Kabupaten Lebak, Banten. Pendidikan S1 di STKIP Setiabudhi Rangkasbitung. Puluhan karya sudah diterbitkan antara lain: adalah 10 buku antologi, 2 buku kurator Jejak Pena Pengembara Aksara, dan Kisah Para Pendaki Mimpi. Buku Duo Literasi Digital untuk Abad 21 bersama Prof Indrajit. Tiga buku solo Trik Jitu menjadi Penulis Milenial, Episode 1 Januari 2020 Dalam Kenangan, dan Catatan Inspiratif. 

"Sahabat adalah kata sederhana yang acap kali merapal makna dalam jiwa. Pada sahabat kerap kita terbangkan kepingan kisah yang tersusun rapi. Sahabat adalah ia yang paling mengerti hati kita dalam lara nan pekat, meski kerap kita tancapkan luka, sang sahabat akan membalas dengan seribu pelukan".

"Terkadang dalam hidup ada robekan paling tidak sopan yang menenggelamkan kita dalam tangisan, namun seorang sahabat membawa kita tertatih berjalan dan mengambil sisa tawa untuk masa depan. Menguatkan lewat doa dan menggenggam dengan Bismillah". (Maydearly).

Pengertian Diksi


Menurut Wikipedia, Diksi  adalah pilihan kata di dalam tulisan yang digunakan untuk memberi makna sesuai keinginan penulis.

Diksi – akar katanya dari bahasa Latin: dictionem. Kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi diction artinya pilihan kata. 

Diksi adalah pilihan kata untuk menuliskan sesuatu secara ekspresif, sehingga tulisan tersebut memiliki ruh dan karakter kuat, mampu menggetarkan atau mempermainkan pembacanya.


Dalam sejarah bahasa, Aristoteles – filsuf dan ilmuwan Yunani inilah yang memperkenalkan diksi sebagai sarana menulis indah dan berbobot. Gagasannya itu ia sebut diksi puitis yang ia tulis dalam Poetics– salah satu karyanya. Seseorang akan mampu menulis indah, khususnya puisi, harus memiliki kekayaan yang melimpah: diksi puitis. Gagasan Aristoteles dikembangkan fungsinya, bahwa diksi tidak hanya diperlukan bagi penyair menulis puisi, tapi juga bagi para sastrawan yang menulis prosa dengan berbagai genre-nya.


William Shakespeare dikenal sebagai sastrawan yang sangat piawai dalam menyajikan diksi melalui naskah drama. Ia menjadi mahaguru bagi siapa saja yang berminat menuliskan romantisme dipadu tragedi. Diksi Shakespeare relevan untuk menulis karya yang bersifat realita maupun metafora. Gaya penyajiannya sangat komunikatif, tak lekang digilas zaman.


Mengapa Diksi begitu penting dalam kajian sebuah bahasa?

 

Sebab banyak keindahan  atas sebuah kata yang tak tereja oleh bibir.

Diksi bak pijar bintang di angkasa yang menunjukan dirinya dengan kilauan, mempesona dan tak membosankan.

Lantas, apakah begitu sulit kita dalam berdiksi?

Honestly I fell ashame membawakan materi tentang Diksi, karena saya bukan ahli sastra, lebih tepat hanya sebagai penyuka diksi


Terkadang banyak penulis yang merasa takut dalam memulai sebuah tulisan, terkadang lidah kita merasa kelu untuk menulis sesuatu yang menakjubkan. Ada keraguan yang dibungkam sebelum diterjemahkan dalam bahasa. 

Apakah mungkin saya bisa menulis sebuah bahasa yang indah? 

Saya merasa takut tulisan saya terdengar garing ketika dibaca. Menulis itu sederhana. Se sederhana mengadukan gula dalam gelas kopi. Caranya, menulis dari apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan dan apa yang kita dengarkan. Lantas jurus apa yang harus kita pakai agar kita mampu menulis dengan segala keindahan?Libatkan 5 macam panca indera kita.


1. Sense of Touch adalah menulis dengan melibatkan indera peraba. indra peraba dapat digunakan untuk memperinci dengan apik tekstur permukaan benda, atau apapun. Penggunaan indra peraba ini sangat cocok untuk menggambarkan detail suatu permukaan, gesekan, tentang apa yg kita rasakan pada kulit. Aplikasi indra peraba ini juga sangat tepat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak terlihat, seperti angin misalnya. Atau, cocok juga diterapkan untuk sesuatu yang kita rasakan dengan menyentuhnya, atau tidak dengan menyentuhnya.

 Contoh:

Pada pori-pori angin yang dingin, aku pernah mengeja rindu yang datang tanpa permisi

2. Sense of Smell adalah menulis dengan melibatkan indra penciuman hal ini akan membuat tulisan kita lebih beraroma. Tehnik ini akan lebih dahsyat jika dipadukan dengan indra penglihatan.

Contoh:

Di kepalaku wajahmu masih menjadi prasasti, dan aroma badanmu selalu ku gantungkan dilangit harapan

3. Sense of Taste adalah menulis dengan melibatkan indra perasa. Merasakan setiap energi yang ada di sekitar kita. Penggunaan indra perasa sangat ampuh untuk menggambarkan rasa suatu makanan, atau sesuatu yg tercecap di lidah.

Contoh:

Ku kecup rasa pekat secangkir kopi di tangan kananku, sembari ku genggam Hp tangan  kiriku. Telah terkubur dengan bijaksana, dirimu beserta centang biru, diriku bersama centang satu.

4. Sense of Sight adalah menulis dengan melibatkan indra penglihatan memiliki Prinsip “show, don’t tell". Selalu ingat, dalam menulis, cobalah menunjukkan kepada pembaca (dan tidak sekadar menceritakan semata). Buatlah pembaca seolah-olah bisa “melihat” apa yang tengah kita ceritakan. Buat mereka seolah bisa menonton dan membayangkannya.  Prinsip utama dan manjur dalam hal ini adalah DETAIL. Tulislah apa warnanya, bagaimana bentuknya, ukurannya, umurnya, kondisinya.

 Contoh

Derit daun pintu mencekik udara ditengah keheningan, membuatku tersadar jika kamu hanya sebagai lamunan

5. Sense of hearing adalah menulis dengan melibatkan energi yang kita dengar. Begitu banyak suara di sekitar kita. Belajarlah untuk menangkapnya. Bagaimana? Dengarlah, lalu tuliskan. Mungkin, inilah sebab mengapa banyak penulis sukses yang kadang menanti hening untuk menulis. Bisa jadi mereka ingin menyimak suara-suara. Sebuah tulisan yang ditulis dengan indra pendengaran akan terasa lebih berbunyi, lebih bersuara. Selain itu, penulis juga bisa berkreasi dengan membuat hal-hal yang biasanya tak terdengar menjadi terdengar.

 Contoh

Derum kejahatan yang mendekat terasa begitu kencang. Udara hening, tetapi terasa berat oleh jerit keputusasaan yang dikumandangkan bebatuan, sebuah keputusan yang menghakimiku untuk tak lagi merinduimu

Acap kali dalam menulis kita hanya melibatkan otak kita sebagai muara untuk berpikir tanpa kita dengar, tanpa kita rasa, tanpa kita raba, jika terkadang sesuatu di pelupuk mata bisa menjadi rongga untuk mencumbu tulisan kita.

 Mengapa kita selalu melihat kursi yang kita duduki dengan pandangan yang begitu sederhana? Sesekali buatlah ia mempesona dan anggun.

 Di atas kursi ini, aku pernah memeluk ratapan bagaimana menungguimu dengan sebuah doa takdim.

Setiap apapun yang kita lihat, sesekali kita rasakan, kita raba, bahkan kita ampu kan sebagai sebuah senyawa yang mampu bersuara. Yakin, masih terasa sulit menulis diksi? Yaa...Menulis itu tidak sulit, yang sulit karena belum mencoba.

Narasumber mengajak peserta di group WA untuk mencoba menulis diksi, menulis sesuatu yang terlihat di hadapan dengan melibatkan kelima panca indera. Yuk.. Yuk... Buka mata, alirkan dalam nadi, dan tarikan dengan jemari

 

Berikut beberapa puisi dari peserta

Sahabat

Sahabat dalam suka, namun kadang merobek jiwa. Tetap saja sahabat yang menanti dekapan erat saat tinta dunia menggores tak terperikan. Sahabat relung hati terhampar luas saat aku membutuhkan pundaknya. Tetaplah bercahaya dalam kegelapan. Wajahmu terkadang siap menerkam, tapi sayangmu menghujam tajam.

Jari jemariku menari lentik di atas hamparan huruf huruf yang berbaris, seakan - akan memberi irama pada malam yang syahdu

Seorang waita berbaju merah menatap fokus layar laptop merahnya tanpa mempedulikan suara bising dari iklan yang berteriak-teriak menjajakan dagangan. Rasa letih yang datang di ujung telapak kakinya tak lagi terasa. Hanya keinginan segera menyelesaikan tugas malam ini yang terpatri dalam pikiran. Sekelebat bau seduhan kopi hangat terbayang dibenaknya. Ia pun berpaling sejenak untuk menyegarkan pikirannya dengan seteguk pahit manis dari cangkirnya.

 

Rembulan malam ini enggan bersinar

terlihat gelapnya kabut menutupi cahayanya

Tapi aku terpesona

oleh senyum indahmu di malam ini

yang terlihat olehku bagai bulan purnama

 

Ketika jiwa terasa sepi

Seakan terbayang dirimu dihadapnku

Ingin rasanya kupeluk kesah dirimu

Tapi apa daya diriku kepadamu

Hanya bisa kuratapi diriku membangknmu

 

Kutatap mendung di mata yang senantiasa teduh itu. Seolah awan bergelayut dan hampir saja meritik deras. Ku dekati di yang terlihat galau berkaca. Ya. Muridku yang selalu ceria kini berubah menimbulkan sejuta tanya.

 

Ku lihat lagi senyum mataharimu

yang buatku terpaku beku

Ku rasakan hembus nafasmu

mengalirkan darah biru rinduku

Ku dengar lembut suara indahmu

menyadarkanku kau bukan siapa-siapaku ...

 

(Ciamis, 17.02.23)

 

Aku..

Berlayar dalam lautan ilmu

Berlabuh di samudera persahabatan

Berselancar di dunia Maya yang punya banyak makan

Kini ku terpatri oleh tulisan" bermakna oleh sang guru Diksi

 

Senja hari ini terlihat indah, semburat jingga yang teduh, pelangi menyapa ringan selepas hujan diiringi lirih gerimis yang masih terdengar.

Sunggu betapa indah lukisan-Nya

 

Malam ini terasa syahdu

Ku menyimak kelas belajar menulis PGRI ditemani oleh suami dan anak-anakku

Sesekali mereka mengganggu dan menghampiriku

Senyuman terhampar namun adakalanya ku kesal karena mereka kadang mengganggu

Syahdunya malamku mungkin berbeda dengan banyak orang

Namun ku nikmati demi masa depan cemerlang

Rangkuman Tanya Jawab

  1. Cara membuat Diksi yang indah telah saya kemukakan di sesi materi, yaitu mencoba menulis dengan melibatkan kelima panca indera.
  2. Kamus untuk Diksi maybe belum ada Bunda. Tapi ketika kita sering membaca tulisan dengan aroma diksi, kita akan piawai berdiksi.
  3. Tulis saja, abaikan semua keraguan, lihat, rasakan, lakukan, tulis seindah jemari mampu mengubah isi hati.
  4. Tips bagaimana cara mengembangkan Diksi adalah dengan memperbanyak muara baca. Semakin banyak bahasa yang kita sentuh, semakin kaya padanan kata/diksi yang bisa kita jumpai.
  5. Diksi dijabarkan sebagai kekayaan bahasa, memaknai kata sebagai bentuk keindahan. Layaknya secangkir Teh, ada hangat yang perlu diresapi karena bahasa adalah jembatan dimana kita bisa mengerti dan saling memahami.

Demikian semoga bermanfaat bagi penulis-penulis hebat yang sedang belajar membuat puisi.

Salam Literasi!

Banjarnegara, 17 Februari 2023

Share:

YUK..MENULIS PUISI

 KBMN HARI KE-17 


Hari                 : Rabu, 15  Februari 2023

Tema                : Menulis Puisi

Narasumber     : Dr. Hj. E. HASANAH, S.Pd.

Moderator        : SIMCHUNG WEI SP


“Malam-malam ke pasar baru

bertemu abang polisi

Malam ini dapat materi baru

bagaimana menulis puisi”

 

Alhamdulillah kesempatan malam ini masih bisa berbagi ilmu pada kelas literasi menulis KBMN hari ke-17, bersama Tim Solid Omjay (TSO) tentunya semakin banyak ilmu yang didapatkan. Tema menulis kali ini mengusung tema “Menulis Puisi” bersama narasumber hebat Ibu Dr. Hj. E. Hasanah, S.Pd. dan moderator keren Bapak Simchung Wei SP.  Sebelum mengenal lebih jauh bagaimana menulis puisi, tidak lengkap kalau tidak mengenal sosok hebat narasumber kita malam ini. Beliau adalah alum KBMN ke-18 yang sudah menerbitkan 6 buku antologi dan satu buku solo. Buku pertamanya berjudul “Menulis itu Menyenangkan”. Untuk lebih lengkapnya dapat disimak di sini https://hasanahhalima.blogspot.com/2023/02/profil-e-hasanah.html

Berikut paparan bagaimana Menulis Puisi bersama Ibu Ibu Dr. Hj. E. Hasanah


·         Pengertian Puisi Menurut KBBI, adalah :

Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. 

Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman an membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus

Sajak; 

Puisi adalah sajak bebas yang tidak terikat oleh rima, dan matra, dan tidak terikat oleh jumlah larikdalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap larik. 

Puisi adalah sajak berpola, artinya puisi yang mencakupi jenis sajak yang susunan lariknya berupa bentuk geometris, seperti belah ketupat, jajaran genjang, bulat telur, tanda tanya, tanda seru ataupun bentuk lain. 

Puisi adalah sajak dramatik, artinya puisi yang memiliki persyaratan dramatik yang menekankan kekayaan emosional atau situasi yang tegang.

Puisi adalah sajak lama yang belum dipengaruhi oleh puisi barat, seperti pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal. 

Puisi adalah sajak Mbeling, artinya puisi ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang, dan sajak main-main.

Puisi Menurut H.B. Jassin: 

adalah suatu karya yang diucapkan dengan perasaandan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu. 

 

·         Struktur Fisik Puisi

1.      Bentuk, terdiri dari baris dan larik.

2.      Diksi; pemilihan kata indah dan memiliki makna.

3.      Majas; bahasa khas untuk mengungkapkan isi hati penyair.

4.      4.Rima: persamaan bunyi di baris atau akhir baris untuk memunculkan keindahan bunyi. 

 

·         Puisi deibedakan menjadi 2, yaitu:

1.      Puisi Lama; puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan yaitu jumlah kata dalam satu baris, jumlah baris dalam satu bait, persajakan/rima, banyak suku kata di setiap baris.

2.      Puisi Baru, puisi yang tidak terikat oleh aturan yang bentuknya lebih bebas dari puisi lama dari segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

 



·         Ciri-ciri Puisi Lama

  1. Tidak diketahui nama pengarangnya.
  2. Penyampaian dari mulut ke mulut yang merupakan sastra lisan.
  3. Sangat terikat akan aturan, misalnya jumlah baris di setiap bait.

 ·         Jenis Puisi Lama

1.                  Mantra, yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

      Contoh: Mantra untuk mengobati orang dari makhluk halus.

        Sihir lontar pinang lontar

        Terletak di ujung bumi

        Setan buta jembalang buta

        Aku sapa tidak berbunyi

1.      Pantun, adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, setiap bait terdiri dari 4 baris, dan tiap baris   terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, sedangkan 2 baris berikutnya sebagai isi.

Contoh pantun nasehat:

        Sungguh elok emas permata,

        Lagi elok intan baiduri,

        Sungguh elok budi bahasa,

        Jika dihias akhlak terpuji.

1.      Seloka, adalah pantun yang berkait atau bertautan.

      Contoh:

        Sudah bertemu kasih sayang

        Duduk terkurung malam dan siang

        Hingga setapak tiada renggang

        Tulang sendi habis terguncang.

1.      Talibun, adalah pantun genap yang setiap barisnya terdiri dari 6, 8, atau 10 baris.

            Contoh :

        Anak orang di padang tarap

        Pergi berjalan ke kebun bunga

        Hendak ke pekan hari tiap senja

        Di sana sirih kami kerekap

        Meskipun daunnya berupa

        Namun rasanya berlain juga

·         Ciri-ciri Puisi Baru

  1. -          Memiliki bentuk yang rapi dan simetris/sama
  2. -          Persajakan akhir yang teratur
  3. -          Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain.
  4. -          Sebagian besar puisi empat seuntai.

·         Jenis Puisi Baru

-          Balada, yaitu puisi berisi kisah/cerita.

-          Himne, adalah puisi pujaan untuk menghormati Tuhan, seorang pahlawan, atau tanah air.

-  Ode, adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi bersifat   menyanjung terhadap pribadi tertentu.

-          Epigram, yaitu puisi yang berisi tuntunan/ ajaran hidup

-          Romansa, adalah puisi yang berisi luapan cinta kasih.

-          Elegi, adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan

-          Satire, yaitu puisi yang berisikan sindiran/kritik


Untuk menulis puisi saat ini tidak perlu terikat dengan kaidah penulisan puisi, tetapi mengikuti perkembangan dan perubahan bentuk dan sesuai selera. Terutama untuk pemula, menulis bisa menggunakan kata-kata yang enak di hati. Penekanan pada segi estetika, penggunaan diksi, rima,dan majas sehingga akan mempengaruhi keindahan puisinya. 

·         Tips menulis puisi yang baik

-          Perhatikan kaidah penulisan, seperti rima, diksi, irama, larik, bait, dll.

-     Pilih tema sebagai acuan, menentukan kata kunci, memilih diksi yang tepat, menggunakan rima atau majas, mengembangkannya dengan rasa/selera estetika kita,dengan mengumpulkan kata-kata indah/ orang sering bilang menggunakan bahasa puitis

Contohnya: Bagaskara(matahari/mentari), Bimantara (langit), Dekap (peluk), Nirmala(bersih/suci), dll. bisa dibuka kamus diksi.

Jenis majas yang sering digunakan dalam karya sastra puisi: metafora, personifikasi, simile, satire, sarkasme, hiperbola. 

RANGKUMAN SESI TANYA JAWAB

T: Apa ada tips dan trik dalam menulis puisi dalam pemilihan kata?

N: Trik yang saya lakukan adalah memilih tema sebagai acuan, menentukan kata kunci, memilih diksi yang tepat, menggunakan Rima atau majas misalnya, terus mengembangkannya dengan rasa/selera estetika kita.

T: Dalam struktur fisik puisi (unsur wujud puisi disebutkan salah satu point yaitu tentang diksi. Bagaimana cara untuk memilih kata-kata indah dan memiliki kekuatan makna?

N: Diksi itu pilihan kata-kata yang akan kita gunakan dalam puisi, hasil pemilihan secara cermat dengan pertimbangan makna, susunan bunyi, ataupun hubungan kata itu dgn kata2 lainnya dalam larik atau bait.

 

T: Bagaimana kiatnya  menulis puisi yang katanya itu bisa indah sehingga rima nya menjadi menarik,  apa ada tips dan triknya.

N: Trik yang saya lakukan adalah memilih tema sebagai acuan, menentukan kata kunci, memilih diksi yang tepat, menggunakan Rima atau majas misalnya, terus mengembangkannya dengan rasa/selera estetika kita

T: Bagaimana cara/tips dalam menentukan diksi yang tepat dalam puisi

N: Cara menentukan diksi yang tepat dalam puisi itu harus memperhatikan ketepatan kata dengan maknanya, kebenaran, kecermatan, keserasian kata, dan kelaziman digunakan dalam puisi Sebenarnya diksi yang tepat itu ya kata yg sesuai dan mengikuti kaidah bahasa.

 

Demikian menulis puisi semoga bermanfaat, yuk bersama curhat dituangkan dalam bentuk puisi. Pasti kereen…Semangat literasi!

 

Banjarnegara, 15 Februari 2023


Share:

Selasa, 14 Februari 2023

BUKU CERITA DIGITAL

 


Hari                 : Senin, 13 Februari 2023

Tema                : Menulis Buku  Digital

Narasumber     : Nur Dwi Yanti, S.Pd

Moderator        : Dail Ma'ruf, M.Pd

Untuk kedua kalinya kelas virtual menulis memasuki hari ke-16 ini dilakukan melalui “zoom meeting” dengan menghadirkan narasumber hebat Ibu Nur Dwi Yanti, S.Pd. panggilan akrabnya ‘NDY” mengambil tema “Menulis Buku Cerita Digital” dimoderatori oleh Bapak Dail Ma’ruf, M.Pd.

Apa dan bagaimana menulis buku cerita digital ini?? Berikut rangkuman paparan secara virtual menggunakan zoom meeting.

Bahwa hadirnya teknologi mempermudah aktivitas manusia dalam segala hal, tidak terkecuali dalam bidang literasi menulis  yang tidak mutlak  menggunakan paper tetapi sudah mengalami perubahan atau yang dikenal transformasi digital.  Salah satu wujud literasi dalam bentuk buku digital.

·   Buku digital sebagai salah satu jenis buku atau bacaan yang hadir dalam bentuk softcopy atau elektronik yang kemudian bisa dibaca menggunakan perangkat digital.

·      Menurut Oxford Kamus Bahasa Inggris, buku digital sebenarnya berawal dari buku cetak, kemudian buku cetak tersebut ubah dalam perangkat e book yang dapat dibaca melalui komputer maupun pada telepon  genggam pribadi.

·     Buku digital sekarang dapat diakses melalui telepon seluler, laptop, tablet, atau komputer. Dahulu buku digital dapat dibaca jika kita mempunyai alat yang namanya Personal Digital Assistant (PDA. Buku digital pertama kali diperjualbelikan secara luas pada era 90-an oleh perusahaan Peanut Press.

·         Fungsi buku digital sebagai salah satu alternatif media belajar dan  media berbagi informasi

·         Adapun tujuan buku digital

1.      Memberikan kesempatan bagi pembuat konten berbagi informasi dengan mudah dengan cara yang menarik dan interaktif

2.      Melindungi informasi yang disampaikan

3.      Mempermudah proses memahami materi ajar

Efisiensi buku digital praktis efisien dapat diakses di mana saja, dapat disimpan filenya, ramah lingkungan, kostumisasi atau presentasi tulisan yang membuat nyaman bagi pembaca

·         Jenis-jenis format buku digital

1.      EPUB ---- Electronic Publication

2.      MOBI ----MobiPocket

3.      PDB   -----Palm Database File

4.      PDF   -----Portable Document Format

5.      KF8 ------ Kindle Fire Format




\

·         Beberapa aplikasi Pemformatan Buku digital

1.      Sigil merupakan softwar editor untuk EPUB (Electronic Publication) yang bersifat open source http://sigil-ebook.com/

2.      Sribus, merupakan aplikasi yang digunakan di berbagai OS Komputer https://www.sribus.net/downloads/

3.      Aplikasi pengolah kata yaitu Libre Office atau MS Office

4.      Aplikasi pengolah gambar yaitu IbisPaint atu Adob Photoshop

5.      Aplikasi audo editor yaitu audacity/format factory

6.      Aplikasi video editor yaitu avidemux/format factory

Rangkuman Sesi Tanya Jawab

  •  Ada dua tantangan tersendiri ketika akan membuat Buku Bigital Cerita yaitu membuat cerita itu sendiri dan membuat digitalisasinya. Apakah jika teman tidak mampu menggambar, bagaimana cara memperoleh atau membuat gambar, maka gunakan imajinasi untuk membuat cerita yang akan digambar dan lakukan kerja sama dengan teman atau saudara yang menguasai kompetensi itu.
  • Cara mengatasi gambar adalah gambarnya adalah orang yang sebenarnya kemudian disetting dan kemudian diberi tulisan.  Jika ada kesulitan, maka gunakan boneka dan jadikan tokohnya.
  •  Jika kita ingin serius membuat buku digital sebaiknya pasang aplikasi yang banyak tersedia baik yang gratis mau pun berbayar. Tentukan sendiri aplikasi yang digunakan dan nyaman serta paling mudah untuk dikuasai  operasionalnya atau cara menggunakannya.

 

Demikian paparan kelas menulis  hari ke-16, semoga bermanfaat. Salam Literasi!

 


Banjarnegara, 13 Februari 2023




Share:

Definition List

Unordered List

Support