Selasa, 17 Januari 2023

KARYA ILMIAH JADI BUKU


KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA GELOMBANG 28 (PERTEMUAN KE-4)


KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA GELOMBANG 28 (PERTEMUAN KE-4)

RESUME KE-4 KBMN PGRI GELOMBANG KE-28

Hari/tanggal                : Senin, 16 Januari 2022

Tema                           : Menulis Buku Dari Karya Ilmiah

Narasumber                 : Eko Daryono,S.Pd

Moderator                   : Nur Dwi Yanti, S.Pd.

Pertemuan Ke-4 Kelas Menulis ini sangat menarik dan pas  dengan kebutuhan guru yang akan naik pangkat yaitu menerbitkan buku hasil penelitian ilmiah sebagai angka kredit Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Narasumber kali ini adalah seorang pendidik yag sedang mengikuti Pendidikan CGP angkatan 7 BBGP Propinsi Jawa Tengah yang luar biasa  ini mau berbagi dengan para penulis di KBMN ke28 ini. Beliau adalah Bapak Eko Daryono, S.Pd. Menilik profilnya, beliau berrofesi utama sebagai ASN di SMP Negeri 3 Mojolaban Sukoharjo dengan status tersertifikasi pada Mata Ajar TIK melalui PLPG di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jabatan terakhir Ahli Madya (Pembina, IV/a). Saat ini sedang mengikuti Pendidikan Guru Pengerak Angkatan 7 BBGP Provinsi Jawa Tengah. Untuk profil lengkapnya, dapat dilihat di alamat blog https://maseko1275.blogspot.com/2021/11/profil.html

Seperti biasa, sebagai awal dan pengantar materi ibu moderator, Ibu Nur Dwi Yanti, menyapa peserta di group dan mengajaknya untuk berdoa., “Marilah kita bersama berdoa menundukkan kepala sejenak mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga sehingga kita bersama masih diberikan kesempatan dalam menjalankan kegiatan keseharian kita bersama keluarga, rekan kerja, sahabat serta orang-orang yang kita kasihi di sekitar kita bahkan turut serta mengikuti pelatihan KBMN malam ini.”

Selanjutnya moderator memperkenalkan diri dan juga narasumber Bapak Eko yang biasa dipanggil dengan akrab “Mr. Yons”. “Perkenalkan saya Nur Dwi Yanti biasa di panggil NDY oleh para ganks di KBMN dan saya alumnus Kelas BM Gel 24 dan mendapat kepercayaan sebagai bagian dari tim solid di bawah asuhan Om Jay.” Tidak lupa memperkenalkan Mr. Yons.

Menurut ibu moderator, bu NDY menyampaikan kata-kata motivasi dari seorang tokoh “tokoh motivational speaker terkenal dari Amerika John Maxwell , menggambarkan passion sebagai “the fuel for will’ atau bahan bakar untuk kemauan. Dalam artian passion mengubah “keharusan” menjadi “kemauan”. Jadi ketika kita sangat menginginkan sesuatu, kita akan menemukan tekad untuk melakukannya dan tidak akan berhenti sampai benar-benar mencapainya”

Jadi menurut Ibu NDY, komitmen dan konsisten dalam menulis, sama halnya saat kita melakukan suatu analisis, menguji suatu tindak penelitian sehingga terbentuklah laporan dituangkan dalam karya tulis yang kita kenal karya ilmiah.

Setelah dipersilakan oleh ibu moderator, Mr. Yons selanjtunya menyapa dengan hangat kepada para audience dan tidak lupa berdoa untuk kelancaaran acara malam ini.

Pada awal paparannya, beliau menanyakan kepada peserta tentang tema yang diangkat pada materi hari ke-4 adalah Menulis dari Hasil Kaya Ilmiah atau KTI Karya Tulis Ilmiah dibuat  menjadi buku. Kemudian Mr. Yons menyampaikan beberapa point-point  terkait KTI.  antara lain:

- Apa KTI ?

- Apa sajakah yang termasuk KTI ?

- Bagaimana Struktur penulisan KTI ?

- Apa perbedaan laporan KTI dan KTI yang dikonversi menjadi buku ?

- Bagaimana cara mengkonversikan KTI menjadi buku ?

- Modifikasi Bab I

- Modifikasi Bab II

- Modifikasi Bab III

- Modifikasi Bab IV

- Modifikasi Bab V

- Modifikasi Lampiran

- Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengkonversi KTI menjadi buku.

Hasil paparan narasumber tentang Karya Tulis Ilmiah menjadi Buku sebagai berikut:

1.       Apa KTI ?

KTI dalam Peraturan Kepala LIPI Nomor 2, Tahun 2014 tulisan hasil litbang dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah.

2.       Apa sajakah yang termasuk KTI ?

Secara umum KTI ada dua yaitu KTI Nonbuku dan KTI Buku

KTI non buku : 

a.       KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar : tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi

b.       KTI hasil penelitian : PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal

c.       KTI berupa ulasan atau resensi

      KTI Buku 

a.       Buku Bahan Ajar : diktat, modul, buku ajar, buku referensi

b.       Buku Pengayaan : monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan

c.       Buku kompilasi : bunga rampai, prosiding

3.       Bagaimana Struktur penulisan KTI ?

Struktur penulisan atau sistematika secara umum


        Struktur di atas umumnya dijadikan sebagai standar dalam Menyusun bab-bab dalam KTI meskipun untuk KTI sejenis skripsi, tesis, desertasi, tugas akhir memiliki gaya yang berbeda di setiap kampus.

 

 

4. Apa perbedaan laporan KTI dan KTI yang dikonversi menjadi buku ?



Menurut beliau, tidak ada perbedaan isi laporan KTI dengan isi buku hasil konversinya. Karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI

 

5.  Bagaimana cara mengkonversikan KTI menjadi buku ?

Menurutnya, secara sistematika, tentunya gaya penulisan KTI dengan penulisan buku tentu berbeda. Ada penyesuaian-penyesuaian sistematika KTI yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku. Misalnya penomoran tiap sub bab-sub bab

Secara Bahasa, meski sama-sama ilmiah, hasil konversinya tentu harus dimodifikasi sehingga Bahasa dalam bukunya lebih luwes, bersifat lugas dan tidak lagi mencantumkan kata-kata seperti penelitian ini, peneliti, teman sejawat, penulis

 

6.  Memodifikasi judul

Judul KTI umumnya mengandung unsur : variabel penelitian, objek penelitian, dan seting penelitian (baik tempat maupun waktu).

Judul buku hasil konversi seperti judul buku-buku yang punya daya tarik dan daya jual harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif.

Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan, bahwa KTI Nonbuku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku seperti yang telah saya uraikan di atas. Pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah



7. Modifikasi Bab I

Bab I yang biasanya PENDAHULUAN boleh tetap dipertahankan judulnya dengan PENDAHULUAN , boleh PEMBUKA atau kata lain yang menggambarkan kemenarikan buku

Contoh: Pada konversi PTK  diubah pendahuluan dengan FENOMENA PEMBELAJARAN TIK yang tentunya berisi mengenai fenomena sebagaimana isi poin latar belakang dalam naskah laporan aslinya ditambah dengan fenomena kekinian agar pentingnya isi buku dapat ditonjolkan sejak awal sehingga pembaca merasa tertarik untuk membaca keseluruhan isi buku

Adapun secara struktur, tidak diperlukan lagi sub bab - sub bab seperti latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat dalam bentuk angka-angka. Fokusnya lebih mengeksplor latar belakang

 

8.  Modifikasi Bab II

Susunan bab dan sub bab di atas saya rubah dalam gaya penulisan buku sehingga menjadi beberapa bab

9.Modifikasi Bab III

Substansi bab 3 sebenarnya lebih terfokus pada metode, teknik pengumpulan data (instrumen) serta analisis data. Jika berupa PTK berisi langkah-langkah tindakannya. Ada beberapa alternatif yang dapat diterapkan. Benar-benar menghilangkan bab III, menginclude bab 3 di bab 2 atau menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan. Menghilangkan bab 3 maksudnya keseluruhan isi bab 3 dihilangkan, sebab bunyi bab 3 sebenarnya bisa dicermati dari isi pembahasannya

Menginclude bab 3 di bab 2 maksudnya konsep pokok terpenting dari bab 3 digabung dalam bab 3.

Misal dari contoh ini, langkah-langkah tindakan saya include di Bab V dengan sub Tahapan Penerapan Every One is Teacher Here Menggunakan Model Tindakan Kelas

Menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan maksudnya menyampaikan substansi isi bab 3 sebagai awal pembahasan



10. Modifikasi Bab IV

Bagian ini sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Judul buku menjadi pilihan sebagai judul Bab IV

Contoh : Bab VI STRATEGI TIM QUIZ DALAM PEMBELAJARAN TIK

Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut namanya. Foto pun hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung.

11.  Modifikasi Bab V

Pada laporan hasil penelitian, bab V biasanya diberi judul PENUTUP. Judul tersebut dapat dipertahankan.

Hanya saja, isi bab tidak hanya simpulan dan rekomendasi (saran) saja, namun ditambahkan temuan yang terkait dengan hasil penelitian.

 

12. Modifikasi Lampiran

Lampiran yang disertakan hanyalah instrument penelitian atau data matang yang mendukung, bukan data-data mentah


Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengkonversi KTI menjadi buku.

 

a.       Pertama, keaslian laporan hasil penelitian. *Tindakan Plagiat* tidak dibenarkan terlebih karya seperti PTK kadang tidak dicek keasliannya. Namun saat diterbitkan jadi buku, maka penulis harus yakin betul bahwa karya yang akan diterbitkan memang oroginal punya penulis sendiri

b.       Kedua , menghindari kompilasi yang terlalu banyak.

Include saja pendapat pada ahli yang mendukung substansi ini, sisanya mengembangkan dengan analisis dari sudut pandang penulis

Mengapa demikian, saat penulis menerbitkan buku dari hasil KTI-nya sedang otomatis dia sedang menyuguhkan bahan pustaka kepada pembaca. Kegiatan sekedar meng-copas pendapat asli para pakar perlu dihindari dengan mengubah gaya penulisan kutipan

 

c.       Ketiga, memilah dan memilih data yang dipublikasikan. 

Data matang saja yang disajikan agar buku berbobot dan tidak bombastis

 

d.       Keempat, modifikasi bahasa buku.

e.       menyatakan berdasarkan hal tersebut. Termasuk menyebutkan kata penelitian ini, peneliti, bahkan penulis

f.         Kelima, hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

 

g.       Keenam, wajib menuliskan semua daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku.

 

h.       Ketujuh, memperhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN khususnya jika akan dinilaikan untuk KP sesuai Buku 4 PKB.

 

Selanjutnya pada sesi Tanya jawab ada pertanyaan muncul seperti di bawah ini:

Bagaimana cara mengubah gaya penulisan kutipan/ pendapat dari para pakar, agar tidak sekedar copas saja?.. contohnya?

Sumber Asli

Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014 menyatakan bahwa:

“Karya tulis ilmiah yang selanjutnya disingkat KTI adalah tulisan hasil litbang dan/atau

tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh

perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah

 

Modifikasi

“Karya tulis ilmiah merupakan tulisan perseorangan atau kelompok dari hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian, dan pemikiran sistematis yang yang memenuhi kaidah ilmiah (Peraturan Kepala LIPI Nomor 2 Tahun 2014)

 

Demikian paparan dari narasumber tentang ‘Menulis Buku dari Karya Ilmiah, semoga bermanfaat dan mohon maaf bilaman ada kekeliruan dalam meresum materi ini.

Salam Lierasi!

Banjarnegara, 17 Januari 2023


Share:

Sabtu, 14 Januari 2023

POTENSI DAN PRESTASI

 KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA GELOMBANG 28 (PERTEMUAN KE-3)

 

 




RESUME KE-3 KBMN PGRI GELOMBANG KE-28

Hari/tanggal                : Jumat, 13 januari 2022

Tema                           : Menggali Potensi dan Prestasi

Narasumber                 : Aam Nurhasanah, S.Pd.

Moderator                   : Arofiah Afifi, S.Pd.

 

Pertemuan hari ke-3 malam ini dengan Tema “Menggali Potensi dan Prestasi” dengan narasumber Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. dan Moderator Ibu Arofifi, S.Pd.

Acara diawali dengan salam pembuka dan pengantar dari Ibu moderator. Beliau memperkenalkan dirinya merupakan alumni  KBMN angkatan 24 yang merasa masih menjadi pemula penulis. Sebagai pengantar, beliau menyampaikan kegundahan hati yang dirasakan bersama. “Kadang kita sangsi dengan kempuan menulis, apriori dengan bakat dan potensi diri. Insecure dengan karya tulis sendiri.  Apakah saya bisa menulis ?  Kalo sudah menulis, apa ada yang baca ? Enak dibaca ga sih ? Jangan-jangan pembaca ga suka dengan tulisan saya?   Lantas setelah menulis apa sih yang bisa kita dapat ?”. Saya merasakan betul seperti apa yang disampaikan oleh ibu moderator.  Saya sering ragu-ragu dengan apa yang pernah saya tulis, apakah layak dibaca untuk dipublis??

Selanjutnya moderator menyampaikan profil narasumber yang memiliki segudang prestasi. Beliau adalah Ibu Aam Nurhasanah S.Pd.  lahir di Cipanas, tanggal 12 Agustus 1988. Menempuh masa pendidikan mulai dari SD Negeri Bintangresmi 02, SMP Negeri 1 Cipanas, SMA Negeri 1 Cipanas, Kuliah S1 di STKIP SETIA BUDHI Rangkasbitung, Prodi DIKSATRASIADA dan lulus tahun 2012. Saat ini, mengabdi sebagai Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri Satu Atap 4 Cipanas, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Potensinya  sebagai seorang penulis handal, beliau telah berhasil menjadi penulis penerbit mayor, dalam tantangan menulis 1 minggu bersama Prof. Richardus Eko Indrajit alias Prof Ekoji.  Buku-buku beliau telah berpose manja  di Gramedia di seluruh indonesia. Prestasi berderet lainnya seperti menjadi narasumber diberbagai acara, menjadi editor dan telah berjasa mengedotori lahirnya buku solo saya pribadi.

Buku-buku karya beliau diantaranya:

1.      Buku antologi "Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng" Juli 2020 

2.      Buku Solo "Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat" Agustus 2020

3.      Buku antologi "Kisah Inspiratif Sang Guru" Oktober 2020

4.      "Kompilasi Artikel YPTD" November 2020

5.      "Jejak Digital Motivtor Andal" Desember 2020

Itulah biodata ibu narasumber malam ini yang sangat luar biasa yang dapat menginspirasi kita semua khususnya saya sebagai penulis pemula.

 

Setelah dipersilakan oleh moderator, beliau menyapa peserta dan menyampaikan rasa terimakasih yang tak terhingga kepada Omjay selaku Founder KBMN yang sudah dan masih memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman yang dimilikinya. Di wal perjumpaannya, beliau bertanya kepada peserta “ apa alasan Bapak Ibu bergabung di Kelas Belajar Menulis?” Banyak ragam respon dari peserta menjawab pertanyaan dari narasumber. Beberapa peserta menjawab ingin menjadi penulis, ingin mengekspresikan dalam sebuah karya dan lain-lain.

 

Kemudian beliau menyimpulkan jawaban dari semua peserta yang menjawab, bahwa semua penulis punya alasan yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama yaitu belajar, menimba ilmu, hingga akhirnya bisa menulis buku.

 

Selanjutnya, beliau mulai dengan materinya,  bahwa kita fokus pada bagaimana menggali potensi untuk mengukir prestasi. Jawabannya sederhana. Kita bisa mulai dengan apa yang kita sukai.  Setiap manusia diberikan kesempatan yang sama untuk menggali segala potensi yang dimiliki untuk meraih prestasi. Sebagai contoh, saya suka menulis maka saya menekuni dunia tulis. Saya menulis dari apa yang saya sukai, apa yang kita alami, atau apa yang kita kuasai. Kita bisa menulis puisi, pantun, cerpen, novel, atau kisah inspiratif yang bisa menginspirasi negeri.

Beliau juga menyampaikan bahwa untuk menjadi penulis pemula banyak sekali kendala untuk memulai tulisan karena takut tulisan jelek, takut dibuli, tidak percaya diri, takut tulisan tidak sempurna, dan keraguan dalam mempublikasi tulisan sehingga tulisannya hanya disimpan di dalam draf dan membiarkan ide itu menguap hingga berlalu begitu saja.

Belajar dari Omjay, beliau selalu menulis setiap hari dan mengabadikan menjadi buku. Beliau mengikuti jejak Omjay  untuk membukukan stiap pengalaman supaya menjadi jejak literasi kita

Untuk mengasah keterampilan menulis, beliau  mengikuti tantangan menulis satu minggu bersama Prof. Eko Indrajit, dan naskahnya lolos seleksi penerbit mayor dan bisa mejeng di Gramedia. Ada juga bentuk e-booksnya. Demikian inspirasi dari ibu narasumber yang sangat luar biasa menjadi motivasi kita semua.

Jadi, bisa saya simpulkan dari apa yang disampaikan narasumber bahwa menjadi penulis harus konsisten untuk mau menulis setiap hari dan untuk memupuk rasa percaya diri, menginspirasi orang-orang yang sukses dengan tulisan. Tentunya semua pasti bisa seperti yang dilakukan oleh Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. yang sangat membanggakan.

 

Demikian inspirator kita malam ini dan menjadi motivator bagi kita semua penulis pemula, khususnya saya sendiri yang ingin mencoba mengawali membuat tulisan-tulisan, semoga menjadi karya yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

 

Salam Literasi,

Banjarnegara, Jumat, 13 Januari 2023

Share:

Kamis, 12 Januari 2023

Menulis Sebagai Passion

 KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA GELOMBANG 28 (PERTEMUAN KE-2)

 




RESUME KE-2 KBMN PGRI GELOMBANG KE-28

Hari/tanggal                : Rabu, 11 januari 2022

Tema                           : Menjadikan Menulis Sebagai Passion

Narasumber                 : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.

Moderator                   : Widya Setianingsih, S.Ag.

 

Hari kedua kelas menulis dengan tema “Menjadikan Menulis Sebagai Passion” dengan Narasumber Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. dan Ibu Widya Setianingsih, S.Ag. selaku Moderator. Acara dibuka dengan menyapa peserta secara virtual melalui chat WhatsAp.

”Baiklah Selama 2 jam ke depan kita akan sharing bersama dengan narasumber luar biasa.

Pernahkan sahabat sekalian melakukan sesuatu hal dengan rasa senang?

Melakukan sesuatu hal dengan rasa cinta?

Yaa itulah Passion.

Passion atau renjana merupakan kecenderungan yang kuat terhadap suatu aktivitas yang digemari oleh seseorang.

Hari ini kita akan menumbuhkan passion kita dalam menulis.

Itulah pengantar dari Ibu Widya selaku moderator.

Tidak lupa mengajak peserta untuk berdoa menyatukan hati dan rasa untuk semangat berkarya dengan menundukkan jiwa-jiwa yang pongah agar diberi kelancaran dan kemudahan.

Kemudian Ibu Widya Setianingsih, S.Pd. selalu moderator memberikan susunan acara pertemuan kelas menulis ini dibagi  dalam 4 sesi :
1. Pembukaan
2. Paparan materi melalui chat WA grup
3. Tanya jawab
4. Penutup

 

Passion atau renjana adalah satu gairah yang dimiliki semua orang. Bagaimana kita menjaga passion dan menyalurkannya menjadi sesuatu yang selalu ingin dan ingin lagi. Sehingga tidak pernah padam. Begitu juga dengan proses menulis. Ketika kita sudah menjadikan sebagai renjana, maka giat menulis tidak akan padam. Karena sudah menjadi kebutuhan bukan beban. Jadi ketika belum menulis ada sesuatu yang kurang.

MAMPUKAH KITA MENJADIKAN MENULIS ITU SATU KEBUTUHAN,atau  FOOD  SUPLEMEN Yang akan membawa kita menjadi orang yang mulia.

Itulah pengantar dari ibu narasumber sebelum melanjutkan pada materi kelas menulis yang sangat luar biasa ini.

Selanjutnya Ibu Widya Setianingsih menyampaikan Pertanyaan selanjutnya yang menggelitik yaitu Mengapa kita menulis?

Ibu Sri Sugiastuti menjawab Karena Bapak  Ibu hebat dan saya sudah membaca link kompasiana yg muncul sehari tiga kali milik Founder  KBMN.

Mengapa menulis  versi Founder KBMN  antara lain bisa traveling  ke luar negeri, karena memang lomba  bisa didapat duit dari gopay, bisa ketemu mas Menteri, bisa ketemu Pak Presiden, bisa mengedukasi pembaca untuk  berliterasi dan yang tak kalah berharganya bisa keliling Indonesia karena menulis. Sedangkan dari para alumni di kelas sebelumnya yang sudah merasakan suksesnya seperti Bu Aam dan Mr. Dail sangat bahagia karena belum genap 1 tahun sudah punya 60 buku Antologi.  Ini semua hasil dari Menulis saat mind set nya sudah diubah menjadi " Writing is My Passion”.

Ibu Sri Sugiastuti pun menjelaskan bahwa beliau yang belajar menulisnya saat senja tentu saja ini menulis bagian dari healing. Sudah usia 50 tahun bagaimana supaya bisa punya kacamata 5 dimensi saat membaca  menulis dan berbicara. Bagaimana agar tulisan saya memiliki  takdir yang baik, dan bisa sebagai pemberat amal saya di dunia. Sebagai manusia tentu tak pernah lepas dari masalah.  Dari mulai masalah upil  yang sipil, sampai masalah yang besar dan menggurita.Nah disini kita perlu healing.Menulis bisa jadi satu solusi. Yang paling sederhana  kita langsung mohon dan menuliskan masalah yang ada. Kita konsultasi pada Allah lewat tulisan. Setelah itu dibaca. Mau dimusnahkan atau mau diabadikan terserah saja. Dada menjadi lapang. Pikiran tenang dan masalah pun hilang.

Ibu Widya Setianingsih mengajak para peserta untuk mencoba menulis seperti ibu Sri Sugiastuti dan sekaligus membuka sesi pertanyaan.

 

Dari beberapa hal yang bisa disimpulkan dari sesi kelas menulis hari kedua ini antara lain:

Mengapa Menulis Menjadi Passion yang menjanjikan?

Menurut Ibu Narasumber menyampaikan karena kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berpikir. Hingga hari ini, profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial.

Kendala dan Hambatan dalam Menulis

Beliau juga memberikan beberapa kendala dan hambatan dalam menulis diantaranya: alasan para penulis pemula: merasa tidak bakat menulis, tidak memiliki waktu, tidak memiliki ide, tidak mau dikritik, tidak suka menulis. Padahal banyak sekali alasan untuk menulis, di antaranya: mengapa kita menulis, bagaimana cara kita menulis, kapan kita mulai menulis, dll.

Salah satu motivasi menulis diambil dari Hadis Nabi “khoirunnas anfa’uhum linnas” yang artinya, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain.

Langkah-Langkah Menjadi Penulis Yang Baik

Bu Narasumber menyampaikan  beberapa langkah untuk menjadi penulis yang baik diantaranya:

1.      Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general maupun spesifik (misalnya sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita

2.      Hal ini penting, karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri. Bila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat.

3.      Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media.

4.      Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap?

Hal-hal apa saja yang perlu kita persiapkan untuk menulis?

Beliau juga memberikan tips apa saja yang perlu dipersiapkan ketika kita ingin memulai menulis:

1.      Menggali dan menemukan gagasan dana tau ide

Pada tahap ini, penulis melakukan kegiatan penggalian gagasan atau ide. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan, baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming (curah pendapat).

2.      Menentukan tujuan, genre, dan segmen pembaca.

Setelah menentukan gagasan/ide, penulis perlu menentukan tujuan menulis, genre yang diikuti serta target segmen pembaca. Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan. Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable (barang yang cocok dijual di pasaran).

3.      Menentukan topik

Penentuan topik dilakukan setelah penulis menetapkan untuk apa menulis, genre apa yang dipilih, dan siapa sasaran pembacanya.

 

4.      Membuat outline

Outline merupakan bentuk kerangka tulisan. Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan.

5.      Mengumpulkan bahan materi / buku

Penulis wajib membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi. Selain itu agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan. Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topik yang sudah ditentukan.

Menulis Itu Harus Sabar.

Penulis pemula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (persistence) dalam proses menulis. Tulislah semampu kita terlebih dahulu. Jangan berfikir harus sempurna, dan jangan terlalu idealis. Langkah selanjutnya, setelah kita menyelesaikan naskah kasar dari buku yang kita tulis (rough draft), tahapan yang harus dilewati hingga terbitnya buku kita adalah:

1.      Editing, dengan cara membaca ulang dan menyempurnakan draf.

2.  Revising, dengan mengubah beberapa bagian naskah, melengkapi naskah, dan mengevaluasi kembali naskah untuk menihilkan kesalahan tulis.

3. Publishing, dengan cara pengiriman naskah, pracetak (perwajahan buku, tata letak, ISBN, proof reading), pencetakan, promosi dan distribusi.

Kuncinya, jangan takut mencoba sesuatu yang baru. Kerja keras dan semangat. Ingat, tidak semua mimpi sekedar bunga, dengan rasa percaya kita akan mewujudkannya menjadi nyata.

Sobat nusantara yang luar biasa.

Malam semakin memeluk rasa kantuk, mengajak netra terpejam menunduk.

"Ada yang menjalin hubungan jarak jauh, ada pula yang sebenarnya tak berjarak namun tetap terasa jauh"

"Tapi kita disini dekat walaupun berjarak, rindu walaupun tersekat". Terjalin erat dalam deretan abjad.

Dan kita menguraikannya dalam pusaran aksara penuh makna.

Dalam karya kita akan bersua. Menjadi jembatan penghubung ungkapan rasa cinta.

Sebagai penutup  Ibu Widya menyampaikan bahwa sebagai manusia hanya bisa mengajak kebaikan dan agar bisa bersama-sama naik kelas dengan menulis. Karena menulis adalah keterampilan tertinggi saat mengolah rasa, mengolah kata, dan merangkainya jadi pesan yang bermakna bagi si pembaca. Dan yang terpenting lagi darinapa yang kita tulis Allah rida. Sehingga ada nilai ibadahnya dan insyaallah  dengan menulis kita bisa mulia di mata Allah. Aamiin YRA.

Banjarnegara, 11 Januari 2023

Share:

Selasa, 10 Januari 2023

Buku IPS Fase D

Kurikulum Merdeka 

Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 7 Kurikulum Merdeka - Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Buku Panduan Guru dan Buku Siswa untuk setiap mata pelajaran yang pada tahap awal digunakan untuk Sekolah Penggerak yang melaksanakan Kurikulum Merdeka dari jenjang SD, SMP, SMA atau SMK sederajat. 


Kurikulum Merdeka memberikan keleluasan bagi satuan pendidikan dan guru untuk mengembangkan potensinya serta keleluasan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan perkembangannya. 


Untuk  mendukung pelaksanaan kurikulum tersebut, diperlukan penyediaan buku  teks pelajaran yang sesuai dengan kurikulum tersebut. Buku teks pelajaran  ini merupakan salah satu bahan pembelajaran bagi siswa dan guru. 


Pada tahun 2021, kurikulum ini akan diimplementasikan secara  terbatas di Sekolah Penggerak. Begitu pula dengan buku teks pelajaran  sebagai salah satu bahan ajar akan diimplementasikan secara terbatas di  Sekolah Penggerak tersebut. Tentunya umpan balik dari guru dan siswa,  orang tua, dan masyarakat di Sekolah Penggerak sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan kurikulum. 


Berikut Buku Panduan Guru Kelas 7 SMP Kurikulum Merdeka mapel IPS 


Share:

Senin, 09 Januari 2023

MULAI MENULIS

 MULAI MENULIS

RESUME KE-1 KBMN PGRI GELOMBANG KE-28

HARI/TANGGAL                : SENIN, 9 JANUARI 2022

TEMA                                    : MENULISLAH SETIAP HARI

NARASUMBER                  : DR. WIJAYA KUSUMAH, M.Pd.



“Menulsilah setiap hari”. Inilah tema kelas belajar menulis nusantara gelombang ke-28 yang disampaikan oleh narasumber, penulis hebat dr. Wijaya kusumah, m.pd yang biasa dipanggil dengan panggilan akrab “omjay” dengan moderator bapak dail ma’ruf, m.pd. Acara dibuka oleh moderator dengan doa bersama. Acara  di bagi menjadi 2 sesi : petama sesia penyampaian materi kedua sesi tanya jawab. Kemudian pak dail mengirimkan flyer untuk didownload sebagai gambar di resume, memperkenalkan narasumber hebat melalui link blog di chat wa. Dan mempersilakan peserta untuk membuka cv untuk disimak dan diberi komentar. Waktu memberi komentar disediakan 10 menit.

Materi yang disampaikan adalah menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi! Menurut omjay, menulis adalah kemahiran berbahasa yang keempat. Hal yang pertama adalah mendengar, kedua adalah berbicara, ketiga adalah membaca, dan yang keempat sekali lagi adalah menulis. Oleh karena itu biasakan menulis setiap hari dari apa yang disukai dan kuasai.

Omjay juga menyampaikan bahwa “teruslah menulis karena menulis akan melatih otak, mata dan bibir agar bersinergi dengan kedua tangan. Itulah trik yang disampaikan oleh omjay. Satu hal lagi yang perlu dilakukan adalah rajin membaca buku orang lain.

Ketika kita rajin menulis di media sosial salah satunya blog, maka kita selain harus membaca tulisan orang lain minimal 5 tulisan dan memberi komentarnya. Jangan gengsi ketika membaca tulisan orang lain tersebut, serta tidak merasa bahwa tulisan kita sudah bagus sehingga tidak mau membaca tulisan orang lain.

Trik atau kiat selanjutnya oleh omjay adalah mulailah menulis dari apa yang kita suka. Dengan cara ini membuat kita mudah untuk menuangkan dalam bentuk tulisan. Mulailah menulis di medsos salah satunya blog pribadi. Menulislah dengan tanpa henti untuk mencurahkan ide-idenya. Janganlah menjadi pengedir selama membaca. Selesaikan tulisan baru diedit untuk dipublish dan bisa dibaca orang lain. Menurutnya bahwa tulisan yang dimuat di blog pribadi aka menjadi cuan ketika sudah jadi buku.

Dalam waktu 10 menit peserta diberi kesempatan untuk membaca materi dan memberi komentarnya.

Bila anda rabun membaca, maka anda akan lumpuh menulis. Jadi biar tuliusannya sehat tak lumpuh --- wajib membaca setiap hari. Kebanyakan orang tidak bisa menulis karena malas membaca tulisan orang lain. Atau merasa tulisannya yang paling hebat. Padahal di atas langit ada langit. Kita harus melepaskan baju kesombongan kita. Menurut Omjay memulai tulisan dengan banyak membaca. Setelah itu baru mulai menulis. Ibarat dalam makan --- Baca tulisa orang lain itu makan dan Minum --- lalu menulis adalah energi yang dihasilkannya.

Jadi menulis setiap hari bukanlah ilmu yang susah untuk dipraktekkan. Kalau kita puny blog maka menulis setiap hari terasa indah. Tulisan-tulisan kita di blog menjelma jadi buku bahkan dapat penghasilan tambahan dari menulis. Apa yang dimaksud menulis itu mudah dari yang : DILIHAT--DIDENGAR --dan DIALAMI ?

Semua itu dituliskan dengan hati sehingga dapat bonus Gopay dari kompasiana. Menulis itu akan mudah kalau langsung dilihat dan dialami serta didengarkan secara langsung. Makanya kisah nyata lebih disukai banyak orang daripada kisah fanta. Inilah beberapa kata-kata bijak dari Omjay yang akan memberikan semangat sangat menginspirasi.

Acara dilanjutkan denga sesi Tanya jawab. 

Share:

Selasa, 27 Desember 2022

MODUL 1.4.A.9. BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH



1.4.a.9.1. Aksi Nyata Modul 1.4 - Forum Berbagi Aksi Nyata

 BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH


BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH

Filosofis pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah menuntun segala kodrat yang ada pada diri anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Seorang guru memiliki peran untuk membangun atau mewujudkan budaya positif di sekolah. Budaya positif ini merupakan perwujudan dari nilai-nilai atau keyakinan universal yang diterapkan di sekolah.

Dalam penerapannya, budaya positif diawali dengan pembiasaan-pembiasaan untuk menumbuhkan lingkungan yang positif baik di kelas maupun sekolah pada umumnya. Bagaimana seorang guru  di sekolah dalam menggerakkan dan memotivasi warga sekolah agar memiliki, meyakini, dan menerapkan visi atau nilai-nilai kebajikan yang disepakati, sehingga tercipta budaya positif yang berpihak pada murid. Guru membangun budaya positif dengan menerapkan konsep disiplin positif dalam berinteraksi dengan murid, yang nantinya diharapkan tercipta lingkungan yang nyaman bagi murid dalam pembelajaran dan terciptanya profil pelajar Pancasila.

Aksi nyata yang dapat membangun budaya disiplin positif untuk menciptakan lingkungan kelas yang nyaman salah satunya dengan membuat keyakinan kelas atau kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas/Keyakinan Kelas. Pada intinya peraturan sekolah yang dibawa ke kelas sebagai keyakinan kelas bersama yang harus disepakati dan diyakini. Keyakinan ini merupakan nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati secara tersirat dan tersurat, lepas dari latar belakang suku, negara, bahasa maupun agama. Nilai-nilai Kebajikan menekankan pada keyakinan seseorang akan lebih memotivasi seseorang dari dalam diri murid. Seorang murid  akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan tertulis tanpa makna. Murid-murid perlu mendengarkan dan memahami arti sesungguhnya tentang peraturan-peraturan yang diberikan, apa nilai-nilai kebajikan dibalik peraturan tersebut, apa tujuan utamanya, dan menjadi tidak tertarik, atau takut sehingga hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan-peraturan yang mengatur mereka tanpa memahami tujuan mulianya. Nilai-nilai kebajikan itu penting karena nantinya akan berpengaruh pada tercapainya visi sekolah yang diharapkan sebagaimana mestinya.

 

 

 

Ada berberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat  keyakinan kelas, antara lain:

1.      Keyakinan kelas bersifat lebih ‘abstrak’ daripada peraturan, yang lebih rinci dan konkrit.

2.      Keyakinan kelas berupa pernyataan-pernyataan universal.

3.      Pernyataan keyakinan kelas senantiasa dibuat dalam bentuk positif.

4.   Keyakinan kelas hendaknya tidak terlalu banyak, sehingga mudah diingat dan dipahami oleh semua warga kelas.

5.      Keyakinan kelas sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di lingkungan tersebut. 

6.  Semua warga kelas hendaknya ikut berkontribusi dalam pembuatan keyakinan kelas lewat kegiatan curah pendapat.

7.      Bersedia meninjau kembali keyakinan kelas dari waktu ke waktu.

 

TUJUAN AKSI NYATA

Untuk mendisiplinkan murid dalam budaya positif sesuai profil pelajar pancasila dengan pembiasaan sehari-hari yang dilakukan dan diterapkan di kelas

 

TOLOK UKUR

1.  Guru-guru saling berkolaborasi menerapkan terwujudnya disiplin positif sesuai profil pelajar pancasila

2.    Murid-murid dan guru-guru mulai menunjukkan disiplin positif sesuai profil pelajar pancasila dan sesuai keyakinan sekolah dan keyakinan kelas

3.      Murid-murid berperan aktif

4.      Ada perubahan perilaku dan karakter sesuai keyakinan kelas :

5.      Suasana kelas menyenangkan

 

 

 

DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

1.    Dukungan dari kepala sekolah, rekan guru serta murid agar tindakan yang telah disusun dapat dilakukan secara lancar menyeluruh.

2.      Sarana dan prasana untuk menumbuhkan Budaya Positif di sekolah.

3.      Orang tua dalam melakukan Budaya Positif dirumah

LINIMASA TINDAKAN

1.      Menyusun rencana pelaksanaan pembinaan keyakinan kelas

2.      Mensosialisasikan budaya positif dan keyakinan kelas kepada Kepala Sekolah dan rekan sejawat

3.      Menentukan waktu pelaksanaan

PELAKSANAAN

1.      Menjelaskan tentang keyakinan kelas dan mekanisme pelaksanaannya.

2.   Guru dan masing-masing murid menuliskan keyakinan kelas , di kertas dan menempel pada flipchart

3.    Guru dan seluruh murid menyepakati nilai-nilai kebajikan pada keyakinan kelas yang sudah ditentukan bersama

4.      Guru mengontrol pelaksanaan keyakinan kelas

EVALUASI

1.      Membuat evaluasi pelaksanaan mingguan

2.     Meminta saran dan masukan kepada Kepala Sekolah, rekan sejawat dan orang tua terkait perilaku murid setelah penerapan keyakinan kelas

3.      Melakukan refleksi dan tindakan perbaikan.

 

  •  DOKUMENTASI BUDAYA SEKOLAH

    1.      Membuat Kesepakatan Kelas



    2.      Upacara Bendera Rutin Hari Senin

     

     

     

     

     

    3.      Melafalkan “Asmaul Husna”

     

    4.      Budaya 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun)

     

     

     

     

     

    5.      Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

     

    6.      Sholat Dhuhur Berjamaah

     

     

     

     

    7.      Jumat Bersih

     

     







Share:

Definition List

Unordered List

Support